Ikhlas, The Power of Life. (Because of The Wonderful Night)

ngebet banget mau ngepost. seru aja kali, solanya sekarang kan tertanggal 090909. dan entah kenapa hari ini aku happy banget, entah energi dari mana, kayaknya aku baru bangun dari tidur panjang selama 999 tahun. mungkin karena kejadian tadi malam kali. ok aku ceritain. kemarin itu sekolah adain buka bersama. wah, teman-teman aku yang cewek bawa banyak banget makanan. gila, aku sampai benar-benar kekenyangan. perut ni udah jadi yang paling kuat ditarik gravitasi di banding anggota tubuh lain. berat. tapi walaupun udah banyak aku lahap, tetap aja tu makanan nggak habis-habis, banyak lebihnya. bingung mau dikemanain, malahan ada teman aku mau membuang lebih minuman yang dibawanya! soalnya repot kalau dibawa tempat minuman tu dalam keadaan berisi. dan akhirnya… ada teman ku yang punya ide mulia: bagiin itu semua (makanan yang berlebih) ke anak jalanan.
yah, akhirnya kami putusin ke jalan diponegoro. deket rumah gubernur, biasanya disitu banyak anak-anak penjual koran. sampai disana, kami bagi-bagiin lah makanan yang berlebih itu. aku bingung, perasaan ini kacau, senang liat mereka lahap, haru, sekaligus kasian. apalagi liat mereka ada yang masih kecil-kecil (mungkin umur 4 tahunan lah), dan dengar cerita mereka kalau mereka disitu sampai jam 10-an malam. oh tidak, apa nggak capek? ngantuk? sekolah gimana? apa nggak ada pr?
selama ini aku sering merasa:
“dunia tidak adil bagiku”
misalnya, nilai ulangan yang jelek, padahal kita udah berusaha belajar dan berusaha kerjain sendiri, sedangkan teman lain ada yang nyontek, malah dia dapat nilai bagus. ya, masalah-masalah kecil mungkin (tapi dijadiin besar) yang sering buat kita merasa “it’s not fair”: sekolah, teman, pacar. setelah tadi malam, rasanya mereka lah yang pantas teriak: “dunia ini tidak adil”. tapi apa yang mereka lakukan? tetap bertahan dengan ketidakadilan itu dengan ikhlas. yah, ikhlas, bukan berarti mereka tidak berharap semua akan berakhir. pasti, mereka juga mau hidup bahagia. siapa juga yang nggak mau. tapi ikhlas jalani hidup itulah the power of life. mencoba merenung dari tadi malam. ikhlas! bagaimana ikhlas! apalagi beberapa hari ini aku sedang betul-betul dengki/sebel ama teman dikelas. gini, hasil ulangan matematika kami rata-rata jelek, dan kalau dibawah 80, ya remedial. tapi aku alhamdulillah dapat 81, pas-pasan emang, tapi aku bersyukur karena nggak remedial. eh, tapi ada teman aku (dan didukung oleh sebagian besar makhluk dikelas) ngusul kalau SEMUANYA ngulang aja lagi alias pemutihan. yak, aku nggak terimalah, sekali-sekali aku lolos (biasanya remedial), eh nggak taunya harus ngulang juga. huufh! akhirnya setelah merenung, aku putuskan untuk ikhlas! ya, apa salahnya coba ngulang lagi, belajar lagi. ibarat pisau makin diasah makin tajam. itulah hikmahnya.
pelajaran bagiku:
jangan pernah lagi mengutuk! harus ikhlas!
sering sering merasa sebagai orang yang beruntung biar sering bersyukur!
berusaha untuk berbagi untuk semua orang!
semoga aku tidak akan mengingkari ini semua, amin


i love para otak lemak yang berhati emas! (bukan yang difoto ni aja, semua otak lemak pokoknya!)

5 celotehan:

ayu khairani said...

one of them is me !!!!!!
ngpa gk msukin foto yg rame bgt wa ??

haduuuuh..
jd tmbah sayang ama pcar yu yg 1 inii..
*huek !
hehe :p

bener wa,,
kita itu harus bisa ikhlas..
yg ua blg, bner smw.. :(

ayu khairani said...

oh ya ! ada yg lupa wa..
'salam suuuper' :D
ihik.ihik

indach said...

ayuuuuuuu
eeewww sok" mesra d blog
ikkhhhhhhh


hehehe bukannya berhati kapas ya wa?!
:))

uahernandez said...

@ayu: kemarin motonya pake hp siapa? ni aja ua nyuri dari fb indach.. hehehehe...

@indach: berhati apa aja lah.. asal jangan berhati berbulu (kayak the tale of beddle ny J.K. Rowling)

Anonymous said...

Ila : huaaa xan ke anak jalanaaan?? aku udh plg duluaaan.. Aku pngen ituut..
maaf yh smua kmren ak sbuk bgt soalnya, jd ga ikutan.. :'( tp ak IKHLAS kok hehe

Post a Comment