Kejadian itu!

2nd anniversary
yak! dua tahun sudah kejadian itu. 22 april 2008 – 22 april 2010. kejadian yang tragis dan sangat sangat menyedihkan. untuk pertama kalinya aku kecelakaaan yang menyebabkan aku patah tulang. patah tulang pada lengan atas kanan. sakitnya tidak seberapa sih, malah aku mengira waktu itu cuma lebam biasa dan nggak perlu ke dokter. tapi mama maksa supaya di rontgen. dan ternyata lengan atas-ku retak. sekali lagi aku bilang sakitnya itu tidak seberapa tapi ada satu hal yang membuat semua jadi buruk. aku begitu sakit hati. aku tidak bisa ikut study tour ke jakarta-bandung karena kejadian itu. huhu. padahal waktu itu aku tinggal angkat koper aja, soalnya segala urusan dan administrasi sudah selesai.
itulah yang membuat keadaanku begitu buruk. ya, sedih banget. ditambah lagi, teman-temanku yang menyayangkan tidak jadinya aku ikut. malah ada temanku (yang rencana sekamar dengan aku), samp-ai mengatakan begini: “biar aku bantuin ko mandi wa. aku pakein baju.” hmmp. itu tidak merubah keadaan. dokter melarang aku pergi dan orangtua ku pun bilang tidak bisa!
sejak itu aku jadi bersahabat dengan ‘gendongan tangan’ (namanya apa sih?). aku lebih memilih itu, nggak sanggup aku membayangkan kalau operasi, walau katanya akan sembuh lebih cepat. tidak! aku lebih milih minum obat-obat saja.
ohya, pas teman-temanku tahu kabar aku patah tulang, mereka menjengukku. sedikit senang! tapi sedikit sedih juga. mereka cerita, bahwa kemarinnya mereka (yang ikut study tour) dikumpulkan di aula, trvel agent-nya memberika beberapa pengumuman dan membagi-bagikan tas. dan nama aku ada dipanggil! tapi sayang di aula itu Yosua Hernandez tidak hadir dan batal ikut. huhu.
hari ini, genap dua tahun kejadian itu. aku bisa tetap ingat, tapi nggak ada lagi kata sedih. hehe. buat apa? iya nggak? dari kejadian itu pun aku dapat beberapa hikmah. pelajaran yang pertama, dan pasti: manusia boleh berencana, tapi Sang maha Kuasa lah yang menantukan akan terjadi atau tidak. terus yang kedua: aku harus lebih hati-hati lagi berkendara. terus selanjutnya: karena patah tulang ini, aku jadi ingat nama latin  bagian tulang ku yang patah. humerus! hehe. ya, humerus atau tulang lengan atas. dan pas ujian akhir praktek kemarin, ini keluar lho! ini menjadi salah satu soal ujian tersebut. dan aku bisa cepat jawab, cos udah melekat dikepala. hehe

Berencana untuk Tidak Berencana

hi blogger. :). sekedar pemberitahuan saja, aku sekarang libur panjang, menunggu pengumuman ujian nasional dan setelah itu tamat deh dari sma. nah, selama liburan ini, aku mengerjakan hobi anehku: berpikir. hehe. yah, aku nggak tau mau ngapain lagi, aku nggak terlalu suka jalan-jalan, mungkin salah satu faktornya aku yang selalu bokek. terus mau nonton tv, nggak ada siaran yang menarik. kalau internetan, mama nanti ribut-ribut aku lama-lama di depan komputer, sampai pernah ngancam mutusin internet. oh tidak!
jadi aku lebih milih melamun dan berpikir. aku memang suka berpikir, menurutku berpikir itu asyik, tentang apa saja, hidup, mimpi, bahkan mikir jorok pun asyik. haha, just kidding. tapi kalau dipikir-pikir, mikir itu buat aku jadi orang yang plin plan, dan kadang karena suka mikir, masalah-masalah kecil pun jadi masalah yang berat bagiku.
ok, kenapa aku bilang aku jadi plin plan? gini, biasanya yang aku pikirin itu tentang plus dan minus sesuatu, jadi intinya aku berdebat dengan diriku sendiri. saat aku semakin banyak kasih argumen pro, semakin banyak juga aku mikirin argumen-argumen kontranya, dan sering kali aku tidak ngambil kesimpulan final. yah, itu membuat aku plin plan, nggak bisa ambil keputusan.
yang sekarang aku sering perdebatkan akhir-akhir ini tentang rencana. aku lebih baik berencana atau tidak ya? karena aku suka berpikir, aku juga senang berencana, tapi masalahnya, rencana itu sering kali tidak terwujud. bukan tidak berhasil, tapi memang tidak terlaksanakan. banyak contohnya yang telah terjadi pada diriku. saat masuk smp, tanpa rencana, masuk sma juga aku tanpa rencana, tidak pernah aku mikir aku harus masuk sini atau sana.
terus pernah lagi, aku berencana tapi yang terjadi sebaliknya. sering kali malah. aku bingung mau ceritain yang mana soalnya memang sering terjadi. seperti kemarin, saat akan mengikuti *****-**, aku padahal sudah bertekad ikut dari berbulan-bulan sebelumnya, tapi nyatanya nggak jadi. dan ada juga, aku ikut ***-***, aku sudah berniat tidak ikut karena banyak berkas-berkas yang harus diurus. tapi sehari sebelumnya, guruku malah mengatakan bahkan nama aku sudah dikirimkan/direkominasikan ke dinas pendidikan dan aku harus lengkapi berkas-berkasnya. teman-temanku yang berhari-hari melengkapi berkas, aku hanya sehari. the power of kepepet.
ok, mungkin post ini agak kacau (kayaknya setiap posting aku kacau deh :p), aku tetap masih belum tahu lebih cocok mana (dalam hidupku) berencana atau tidak. tapi yang sekarang aku yakinin 78 persen lebih bagus, lebih cocok, lebih indah, lebih keren tanpa rencana, yah spontanitas cocok untukku! 22 persen lagi aku yakinin berencana itu baik, karena apa yang kita lakukan akan terorganisir. hmmm… bagaimana menurut kamu?

mungkin karena banyak mikir juga, sampai sekarang aku masih belum tahu akan milih jurusan apa kuliah ntar. padahal teman-temanku malah udah ada yang keterima. aku sudah daftarin jurusan yang mana yang mungkin cocok dengan ku, dan aku selalu terpaku dengan plus-minusnya. yah, kadang aku berpikir memang tidak enak berpikir.

Desire

ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. akankah tanpa usaha dan tanpa kesabaran? ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. turun seperti hujan? ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu.

Perpisahan itu Nyata

“perpisahan bukanlah chorus dari sebuah lagu, tapi adalah intro untuk lagu baru.”
hi blogger, mau cerita. huhu. akhirnya, perpisahan itu tampak nyata. semalam itu, acara perpisahan angkatan 2009/2010. selama acara, aku tidak ada merasakan apa-apa. bener! yang lain pada nangis, sedih, gembira, aku malah datar aja. bener-bener datar dan santai. tapi pas aku pulang, saat keramaian acara itu lambat laun terdengar makin kecil, aku makin menjauh dari sekolah, dadaku mulai sesak. :(
malamnya, aku agak sulit tidur, terbayang-bayang oleh perpisahan. tidak ada lagi belajar di kelas dengan mereka, kejar-kejaran dilapangan dengan mereka, cabut bareng, jajan, ngobrol ngalur ngibul dan juga kadang sok intelek. aku kehilangan, bukan dengan mereka, tapi dengan suasananya. :(
sepertinya aku nggak bisa cerita lagi. pertemuan. permainan. perpisahan. :(


Graduation – Vitamin C
And so we talked all night about the rest of our lives,
Where we're gonna be when we turn 25.
I keep thinking times will never change,
Keep on thinking things will always be the same.
But when we leave this year we won't be coming back,
No more hanging out because were on a different track.
And if you got something that you need to say,
You better say it right now because you don't have another day.

Because we're moving on and we cant slow down.
These memories are playing like a film without sound.
And I keep thinking of that night in June,
I didn't know much of love but it came too soon.
And there was me and you and well we got real blue,
Stay at home talking on the telephone, with me,
We'd get so excited and we'd get so scared,
Laughing at ourselves thinking life's not fair.

And this is how it feels.

As we go on,
We remember,
All the times we,
Had together,
And as our lives change,
come whatever,
We will still be
Friends Forever.

So if we get the big jobs and we make the big money,
When we look back now will our jokes still be funny?
Will we still remember everything we learned in school,
Still be trying to break every single rule?
Will little brainy Bobby be the stockbroker man?
Can Heather find a job that won't interfere with her tan?
I keep, keep thinking that it's not goodbye,
Keep on thinking its our time to fly,

And this is how it feels.

As we go on,
We remember,
All the times we,
Had together,
And as our lives change,
come whatever,
We will still be
Friends Forever.

La la la la... yeah,
Yeah... la  la la la
We will still be,
Friends Forever

Will we think about tomorrow like we think about now?
Can we survive it out there?
Can we make it somehow? (somehow)
I guess I thought that this would never end,
And suddenly it's like we're women and men.
Will the past be a shadow that will follow us round,
Or will these memories fade when I leave this town?
I keep, keep thinking that its not goodbye,
Keep on thinking its our time to fly.

As we go on,
We remember,
All the times we,
Had together,
And as our lives change,
come whatever,
We will still be
Friends Forever.



huaaaaaaaa... dengerin lagu sih aku nggak terlalu suka, tapi liriknya dalem banget. ya kan? pas untuk teman-teman yang mau pisah ni.

Tanpa Rencana

"kadang lebih keren, lebih indah, lebih enak, kalau tanpa rencana."

Impian, Keyakinan dan Khayalan

hi blogger. 3 hari berturut-turut ini aku libur. hari  pertama, jumat, karena emang tanggal merah, hari paskah, trus sabtu, meliburkan diri karena memang disekolah tidak ada ngapa-ngapain, jadi daripada ngotorin baju seragam lebih baik tidak datang (haha), dan hari ini, minggu, memang hari libur. selama tiga hari itu, aku telah menyelesaikan satu biji novel (hehe, aku memang bukan pembaca buku handal. lambat dalam membaca). novel itu adalah ta-da- negeri 5 menara.
yang bisa aku bilang: RUARRR BIASAA! yah, aku terkagum-kagum bacanya, banyak sekali pelajaran-pelajaran yang berharga. ada lucunya juga. hebat deh, pokoknya aku hanya bisa bilang: RUARRR BIASAA!. I recommend you to read this novel! aku tidak akan membeberkan lebih jauh, pokoknya baca saja! rasakan sendiri! (lho? kok jadi kayak nantangin gini yah? haha)
well, di post ini aku mau cerita, sebenarnya udah basi sih, soalnya ini tetantang un sma kemarin. ok begini ceritanya. waktu itu hari terakhir ujian nasional tingkat sma, mata pelajarannya kimia. aku merasa kimia ini lebih susah dari pada fisika, ujian sebelumnya. saat aku sibuk menjawab soal, ngitung, coret-coret di kertas soal, tiba-tiba ada temanku yang memecahka keheningan ujian itu.
zaki: “ibu” (dia memanggil guru pengawas yang ada di depan)
guru: “iya kenapa?”
zaki: “bisa ganti lembar jawaban?”
lalu, sebelum guru pengawasnya menjawab, terdengar dari toa di tengah-tengah sekolah mengumumkan bahwa ujian 15 menit lagi. yah, 15 menit lagi! gila si zaki, udah mau selesai baru minta ganti, menghitami untuk data-data aja makan waktu 5-8 menit. apa terkejar sama dia? itu yang ada dipikiranku. tapi, tunggu, kenapa dia minta ganti lembar jawaban?
guru: “kenapa diganti?”
zaki: “basah bu.”
guru: (heran, lalu mendekat ke meja zaki, dan melihat lembar jawabannya, dan memang basah) “kenapa bisa basah begini?”
zaki: (dengan polos menjawab) “iler bu!”
…………….
terserah deh reaksi kalian gimana, tapi waktu itu aku hanya bisa menahan tawa, jangan sampai terdengar, dalam hati saja tertawa keras-keras. haha. soalnya itu cuma khayalan ku saja, aku berharap ada yang waktu ketiduran pas ujian, iler nya keluar dan lembar jawabannya basah oleh cairan pemanis saat tidur. yah, cerita ini hanya fiktif belaka. -______-