Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts
Desire
ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. akankah tanpa usaha dan tanpa kesabaran? ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. turun seperti hujan? ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu. ingin ini. ingin itu.
Wish
coretan dari
uahernandez
on Tuesday, December 29, 2009
Label:
cerita ua,
perpisahan,
puisi
/
Comments: (2)
29… 30… 31…
tet toet toet…
1 januari 2010…
hehehe… yah, sebentar lagi tahun baru, say goodbye to 2009. :D satu harapan terbesarku, semoga tahun depan aku menjadi lebih baik, benar-benar baik, dalam segala hal, hal-hal yang baik tentunya, bukan hal-hal yang bisa buat aku terpuruk. semoga! amin.
harapan awal 2009 lalu, dikoreksi akhir tahun ini. hmmm… banyak yang belum belum sesuai target ternyata, sangat jauh malahan dari harapanku itu. manusia memang tidak benar puas.
well, ini aku ambil sajak karya Hamid Jabbar, aku sempat tergila-gila lho dengan karya-karyanya, walaupun aku masih awan dalam sastra tapi aku sangat menikmati sajak Hamid Jabbar, ini salah satu yang aku suka.
KITA INGIN
Kita ingin ya kita ingin
kita ingin yang kita ingin
walau selalu ketemu lain
nayatanya ya tak bisa lain
Kita ingin segala yang baik
bersangka baik
berpikir baik
bicara baik
berbuat baik
tiba-tiba kok terbalik-balik
Bersangka baik: lho kok sok arif!
Berpikir baik: dituduh naïf!
Bicara baik: apa memang ya!
Berbuat baik: apa udangnya!
Bersangka buruk: tanda korektif?
Berpikir buruk: biar tak naïf?
Bicara buruk: memancing apa?
Berbuat buruk: memang buaya!
Sambung rasa hai tercabik-cabik
jangan cincang dengan baku-amuk
memanglah usah jadi terbaik
jangan berubah jadi terburuk
Kita ingin ya kita ingin
kita ingin yang kita ingin
walau selalu ketemu lain
nyatanya ya tak bisa lain
Siapa yang tak ingin bahagia
bukan manusia normal namanya
Bahagia, rumusnya entah lupa
aduh sulit jadi manusia!
Jakarta, 1996
tet toet toet…
1 januari 2010…
hehehe… yah, sebentar lagi tahun baru, say goodbye to 2009. :D satu harapan terbesarku, semoga tahun depan aku menjadi lebih baik, benar-benar baik, dalam segala hal, hal-hal yang baik tentunya, bukan hal-hal yang bisa buat aku terpuruk. semoga! amin.
harapan awal 2009 lalu, dikoreksi akhir tahun ini. hmmm… banyak yang belum belum sesuai target ternyata, sangat jauh malahan dari harapanku itu. manusia memang tidak benar puas.
well, ini aku ambil sajak karya Hamid Jabbar, aku sempat tergila-gila lho dengan karya-karyanya, walaupun aku masih awan dalam sastra tapi aku sangat menikmati sajak Hamid Jabbar, ini salah satu yang aku suka.
KITA INGIN
Kita ingin ya kita ingin
kita ingin yang kita ingin
walau selalu ketemu lain
nayatanya ya tak bisa lain
Kita ingin segala yang baik
bersangka baik
berpikir baik
bicara baik
berbuat baik
tiba-tiba kok terbalik-balik
Bersangka baik: lho kok sok arif!
Berpikir baik: dituduh naïf!
Bicara baik: apa memang ya!
Berbuat baik: apa udangnya!
Bersangka buruk: tanda korektif?
Berpikir buruk: biar tak naïf?
Bicara buruk: memancing apa?
Berbuat buruk: memang buaya!
Sambung rasa hai tercabik-cabik
jangan cincang dengan baku-amuk
memanglah usah jadi terbaik
jangan berubah jadi terburuk
Kita ingin ya kita ingin
kita ingin yang kita ingin
walau selalu ketemu lain
nyatanya ya tak bisa lain
Siapa yang tak ingin bahagia
bukan manusia normal namanya
Bahagia, rumusnya entah lupa
aduh sulit jadi manusia!
Jakarta, 1996
Puisi: Ini Parodi Ini
coretan dari
uahernandez
on Thursday, July 30, 2009
Ini sebuah parodi
Parodi realiti
Tentang kerja rodi
Ini sebuah parodi
Bagi si pemberani
Kejar sana kejar sini
Ini sebuah parodi
Bukan komedi
Sebuah realiti
Tentang kerja rodi
Ini sebuah parodi
Di tengah matahari
Kejar sana kejar sini
Mencari-cari
Ini sebuah parodi
Bukan cerita peri
Sebuah realiti
Tentang kerja rodi
Ini sebuah parodi
Bukan tunjuk gigi
Kejar sana kejar sini
Mencari-cari jejak kaki
Ini sebuah parodi
Bukan kisah si kerbau atau sapi
Tapi kisah si semut api
Ini sebuah parodi
Bila kau tak mengerti
Tentang kerja rodi ini
Tentang tali-tali bergerigi
Untuk kopi sepotong roti
Sampai mati kan begini
untuk para pemburu berita. kalau nggak ada mereka, mungkin kita akan buta. buta berita tentunya. kita tidak akan tau apa, mengapa, bagaimana, kapan, dimana, dan segala tanya tak akan terjawab. bagi para pemburu berita "terima kasih", kerja keras siang malam, dikejar waktu, mengejar waktu, diikat peristiwa, mengikat peristiwa, membawa ke hadapan kita. tanpa takut dengan garis kematian (deadline). hehehe...
Parodi realiti
Tentang kerja rodi
Ini sebuah parodi
Bagi si pemberani
Kejar sana kejar sini
Ini sebuah parodi
Bukan komedi
Sebuah realiti
Tentang kerja rodi
Ini sebuah parodi
Di tengah matahari
Kejar sana kejar sini
Mencari-cari
Ini sebuah parodi
Bukan cerita peri
Sebuah realiti
Tentang kerja rodi
Ini sebuah parodi
Bukan tunjuk gigi
Kejar sana kejar sini
Mencari-cari jejak kaki
Ini sebuah parodi
Bukan kisah si kerbau atau sapi
Tapi kisah si semut api
Ini sebuah parodi
Bila kau tak mengerti
Tentang kerja rodi ini
Tentang tali-tali bergerigi
Untuk kopi sepotong roti
Sampai mati kan begini
untuk para pemburu berita. kalau nggak ada mereka, mungkin kita akan buta. buta berita tentunya. kita tidak akan tau apa, mengapa, bagaimana, kapan, dimana, dan segala tanya tak akan terjawab. bagi para pemburu berita "terima kasih", kerja keras siang malam, dikejar waktu, mengejar waktu, diikat peristiwa, mengikat peristiwa, membawa ke hadapan kita. tanpa takut dengan garis kematian (deadline). hehehe...
Puisi: Malam yang Membunuhku Pelan-Pelan
Malam menyamarkan diriku dalam diam
Ku terjebak ketika mencoba melangkah
Sulit untuk berkata tolong
Karena ku telah tersamar di gelap malam
Gelap malam yang tak berujung
Akankah ku temukan?
Dia tak berujung
Akankah ku temukan?
Apa yang kucari?
Lalu ku hanya berdiri
Yang tidak ku percaya
Akan menolongku
Tapi aku tidak percaya!
Tolong buatku yakin
Tak ada yang mendengarku
Karena suara ku tersamar sunyi malam
Sunyi malam yang tenang
Sunyi malam yang tenang
Membunuhku pelan-pelan
ceritanya ini tentang seseorang yang terjerumus di suatu jalan yang salah, kayak misalnya drugs, pergaulan bebas, atau hal-hal lain yang emang gak dijalan yang benar. sebenarnya dia telah sadar dan ingin berubah, tapi tak ada lagi yang, entah itu percaya, atau apalah namanya, entah itu menolong, atau apalah namanya, entah itu membimbing, atau apalah namanya, membawa dia ke kehidupanyang lebih baik. dan dia sungguh tersiksa dengan ini.
26 July 2009
11:11 pm
Ku terjebak ketika mencoba melangkah
Sulit untuk berkata tolong
Karena ku telah tersamar di gelap malam
Gelap malam yang tak berujung
Akankah ku temukan?
Dia tak berujung
Akankah ku temukan?
Apa yang kucari?
Lalu ku hanya berdiri
Yang tidak ku percaya
Akan menolongku
Tapi aku tidak percaya!
Tolong buatku yakin
Tak ada yang mendengarku
Karena suara ku tersamar sunyi malam
Sunyi malam yang tenang
Sunyi malam yang tenang
Membunuhku pelan-pelan
ceritanya ini tentang seseorang yang terjerumus di suatu jalan yang salah, kayak misalnya drugs, pergaulan bebas, atau hal-hal lain yang emang gak dijalan yang benar. sebenarnya dia telah sadar dan ingin berubah, tapi tak ada lagi yang, entah itu percaya, atau apalah namanya, entah itu menolong, atau apalah namanya, entah itu membimbing, atau apalah namanya, membawa dia ke kehidupanyang lebih baik. dan dia sungguh tersiksa dengan ini.
26 July 2009
11:11 pm
Puisi: Harus Bagaimanakah Bangkit?
coretan dari
uahernandez
on Saturday, July 25, 2009
Ketika semua ini tidak adil
Apa yang harus ku lakukan?
Berdiri dengki?
Ketika ketidakadilan ini terus berlalu
Haruskah ku mengadu?
Pada siapa?
Menuntut?
Pada siapa?
Kepada Sang Penguasa?
Benarkah ini?
Penyesalan
Haruskah kugunakan yang tak berguna?
Putus asa
Tidak kan berjaya bila
coretan kecil, puisi pertama di blog ini!
Apa yang harus ku lakukan?
Berdiri dengki?
Ketika ketidakadilan ini terus berlalu
Haruskah ku mengadu?
Pada siapa?
Menuntut?
Pada siapa?
Kepada Sang Penguasa?
Benarkah ini?
Penyesalan
Haruskah kugunakan yang tak berguna?
Putus asa
Tidak kan berjaya bila
coretan kecil, puisi pertama di blog ini!
