hei. akhirnya aku tau nilai ujian nasional ku. hehe. di berita aku lihat, banyak dari sekolah-sekolah lain yang langsung memberi tahu nilai un murid-muridnya pas pengumuman. tapi sekolahku tidak. malah rencannya itu dikasih tahu tanggal 3 mei, waktu ngambil ijazah sementara. lalu, hari ini aku dengan ica dan ayu berencana ke sekolah dan nanya ke walikelas. setelah menunggu lama, karena walikelasku mengajar anak-anak yang matrikulasi, akhirnya aku bebas dari rasa penasaran. ini nilai-nialiku (pelajaran - target - hasil)
bahasa indonesia 7,50 8,60
biologi 7,70 8,75
bahasa inggris 7,70 8,60
matematika 5,50 8,00
fisika 5,70 7,50
kimia 5,60 8,50
itu target bukan dari siapa-siapa, aku sendiri yang buat, berdasarkan nilai rata-rata tryout sebelum-sebelumnya. alhamdulillah hasil yang di dapat jauh diatas target. :) tapi nilai aku ini nggak seberapa dengan nilai teman-temanku, bahkan ini nggak seberapa dari rata-rata sekolah. teman-temanku mereka banyak dapat 9 dan 10, aku? satu biji 9 pun nggak ada.
tapi.. tapi.. tapi.. aku sedikit bangga juga ini hasil murni-asli-jujur pekerjaan aku sendiri. tanpa lihat kiri-kanan-depan-belakang-bawah (hp). walaupun karena ini ada yang menyidir aku terlalu individualis! ya whatever they said lah. inilah orang-orang kita, terlalu menjunjung tinggi gotong royong. gotong royong di segala kesempatan termasuk di ujian dan juga mungkin korupsi. hehe. dan orang-orang seperti aku di bilang aneh dan nggak tahu pergaulan.
aku ada cerita nih. ini waktu aku smp, waktu itu jam pelajaran ‘bimbingan konseling’. nah, disitu, hmmm, lupa aku bahas apa, tapi yang jelas waktu itu aku sempat mau nangis (apa-apaan ini lelaki menangis). jadi begini, saat itu guru bk ku bertanya dengan salah satu temanku, pertanyaannya harus dijawab jujur dan terbuka. (lupa aku apa pertanyaannya) tapi aku ingat jawaban dari temanku, yaitu aku orang yang sombong. glek! tentulah aku langsung shock, shock berat di tuduh begitu. terus guru bk-nya tanya lagi, kenapa aku dibilang sombong, terus temanku jawab karena aku pelit waktu ulangan. aku heran. bukannya memang sewajarnya ulangan mengerjakan sendiri-sendiri? hmmm…
nah, waktu sma aku mulai berani yang namanya mencontek dan kerja sama saat ulangan. soalnya aku takut kejadian waktu smp terulang. nggak segan-segan lagi nanya ke teman, dan kasih jawaban ke teman, dengan cara apapun, kode tangan, bahasa bibir, pakai robekan kertas, berpura-pura pinjam penggaris, bahkan sampai buka buku yang disimpan didalam laci. ini dikarenakan tuntutan nilai, karena nilai standarnya tinggi, yaitu 8,00. hmmm… tapi setelah makin lama, makin lama, aku kembali lagi pada (seperti orang bilang) individualis. ini dikarenakan nasehat walikelasku kelas 11, beliau mengatakan supaya kami coba mengerjakan ulangan itu dengan kemampuan sendiri dan jujur pada diri sendiri, jujur pada guru , juga jujur pada Yang Diatas. akhirnya aku cobalah, walaupun nggak bisa 100%. ya paling tidak aku terus, semaksimal mungkin, ulangan kerjain sendiri. sampai di un. :)
aku mengatakan ini, mungkin terkesan sarkastik, dan terkesan aku sok bersih. tidak, tidak ada bermaksud begitu. hilangkan pikiran itu. aku cuma mau, ayolah kita sama-sama, saat ujian itu betul-betul mengukur kemampuan kita, jujur. karena kalau tidak begitu, jadinya tujuan ujian tersebut tidak tercapai. (ini pendapatku) pendidikan di indonesia banyak yang bilang nggak maju-maju, kualitasnya nggak bagus, mungkin ini karena sifat nggak jujur di ujian tadi. misalnya disuatu daerah nilai rata-rata ujian nasionalnya tinggi, berarti ini menandakan kompetensi siswa-siswa sudah bagus, pemerintah jadinya tidak begitu memperhatikan lagi daerah tersebut karena dirasa sudah cukup, banyak daerah lain yang masih harus dibenahi, diberi perhatian lebih. padahal mungkin saja daerah tersebut dapat nilai yang tinggi karena ada kecurangan. (mungkin aku jadi agak ngaco, tapi semoga yang baca ngerti :D)
yah, sudahlah, aku juga udah agak bingung. hehe.
“tidak ada yang berlaku seratus persen”
“manusia tidak ada yang sempurna”
“we never really know somebody”
Ayo Coba Jujur!!!
coretan dari
uahernandez
on Thursday, April 29, 2010
Label:
cerita aneh,
cerita ua
/
Comments: (4)
Kelulusan = Kebanggaan?
hi blogger!
aku lulus ujian nasional 2010!
terima kasih atas doa-doanya. terima kasih. terima kasih. tapi sejujurnya, aku nggak begitu excited ngadapin hari pengumuman ini, data raja. nggak ada deg-deg-an. pas diumumkan lulus pun aku biasa aja. (hidupku memang menyedihkan, tidak tahu yang namanya kesenangan). tapi beneran lho, aku datar banget, ada sih sedikit khawatir, sedikit! itu pas kepala sekolahku bilang bahwa kelulusan bukan hanya berdasarkan nilai ujian nasional, tapi juga nilai ujian akhir sekolah! wah, aku khawatir dengan nilai uas-ku, apalagi bahasa jepang, ampun deh -______- untunglah ternyata satu angkatanku lulus semua! uyeee…
apa cerita kelulusanku? hmmm… no coret-coret! ntah kenapa aku merasa coret-coret seragam itu… norak!! atau karena aku sirik nggak ikutan coret-coret? sepertinya tidak. huuuf… kids today…
aku merasa aneh aja lihat manusia warna-warni yang nongkrong dijalan untuk ngerayain kelulusan. lebih baik duit beli spidol atau piloksnya, diapakai untuk makan-makan :9. hehe. aku dan teman-temanku begitu, no coret-coret, ngerayainnya makan di warung. dijalanan ramai banget yang coret-coret, kami dalam mobil ngomongin mereka: “kalian norak. kami lulus juga lho, tapi masih bersih!”* (beraninya sampai disitu aja, kalau buka jendela dan ngeluarin kepala, haha, mampuslah. cari rusuh)
tapi mau gimana lagi, terserah masing-masing deh mau ngerayainnya gimana. :) selamat bagi yang lulus ujian nasional! bagi yang lulus jangan berpikr ini akhir dari segalanya, jangan pikir dunia sudah tidak adil lagi, jangan pikir ini aib besar, jangan! seperti pepatah yang sudah-sudah: kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. anggap aja gini, kita itu lagi di bandara, kadang ada pesawat yang berangkat tepat waktu dan ada yang delay. nah, yang nggak lulus anggap saja pesawatnya delay, jadi harus sedikit bersabar. tapi mau pesawat yang berangkat tepat waktu atau yang delay tujuan nya sama! yaitu: kesuksesan. :)
nah aku ada sedikit saran. mungkin untuk meluapkan kesesalan teman-teman, gimana kalau kalian bawa nulis? tunjukin gimana sakitnya nggak lulus ujian nasional, setelah capek berjuang selama 3 tahun, luapkan semua dan ceritain juga gimana untuk bangkit lagi, untuk semangat lagi. ini bakal jadi buku yang menginspirasi orang-orang, aku yakin. :) nah berarti, jangan pernah berpikir untuk bunuh diri ya, atau bakar sekolah kamu! hehe. jadi... tetap semangat ya teman-teman!
*aku cuma menyampaikan pendapatku. negara kita, negara bebas bependapat bukan? (dengan tanggung jawab juga), seperti di undang-undang dasar 1945 pasal 28 E ayat (3): setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.
aku lulus ujian nasional 2010!
terima kasih atas doa-doanya. terima kasih. terima kasih. tapi sejujurnya, aku nggak begitu excited ngadapin hari pengumuman ini, data raja. nggak ada deg-deg-an. pas diumumkan lulus pun aku biasa aja. (hidupku memang menyedihkan, tidak tahu yang namanya kesenangan). tapi beneran lho, aku datar banget, ada sih sedikit khawatir, sedikit! itu pas kepala sekolahku bilang bahwa kelulusan bukan hanya berdasarkan nilai ujian nasional, tapi juga nilai ujian akhir sekolah! wah, aku khawatir dengan nilai uas-ku, apalagi bahasa jepang, ampun deh -______- untunglah ternyata satu angkatanku lulus semua! uyeee…
apa cerita kelulusanku? hmmm… no coret-coret! ntah kenapa aku merasa coret-coret seragam itu… norak!! atau karena aku sirik nggak ikutan coret-coret? sepertinya tidak. huuuf… kids today…
aku merasa aneh aja lihat manusia warna-warni yang nongkrong dijalan untuk ngerayain kelulusan. lebih baik duit beli spidol atau piloksnya, diapakai untuk makan-makan :9. hehe. aku dan teman-temanku begitu, no coret-coret, ngerayainnya makan di warung. dijalanan ramai banget yang coret-coret, kami dalam mobil ngomongin mereka: “kalian norak. kami lulus juga lho, tapi masih bersih!”* (beraninya sampai disitu aja, kalau buka jendela dan ngeluarin kepala, haha, mampuslah. cari rusuh)
tapi mau gimana lagi, terserah masing-masing deh mau ngerayainnya gimana. :) selamat bagi yang lulus ujian nasional! bagi yang lulus jangan berpikr ini akhir dari segalanya, jangan pikir dunia sudah tidak adil lagi, jangan pikir ini aib besar, jangan! seperti pepatah yang sudah-sudah: kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. anggap aja gini, kita itu lagi di bandara, kadang ada pesawat yang berangkat tepat waktu dan ada yang delay. nah, yang nggak lulus anggap saja pesawatnya delay, jadi harus sedikit bersabar. tapi mau pesawat yang berangkat tepat waktu atau yang delay tujuan nya sama! yaitu: kesuksesan. :)
nah aku ada sedikit saran. mungkin untuk meluapkan kesesalan teman-teman, gimana kalau kalian bawa nulis? tunjukin gimana sakitnya nggak lulus ujian nasional, setelah capek berjuang selama 3 tahun, luapkan semua dan ceritain juga gimana untuk bangkit lagi, untuk semangat lagi. ini bakal jadi buku yang menginspirasi orang-orang, aku yakin. :) nah berarti, jangan pernah berpikir untuk bunuh diri ya, atau bakar sekolah kamu! hehe. jadi... tetap semangat ya teman-teman!
*aku cuma menyampaikan pendapatku. negara kita, negara bebas bependapat bukan? (dengan tanggung jawab juga), seperti di undang-undang dasar 1945 pasal 28 E ayat (3): setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.
Ulurkan Tanganmu Untuk Bumi
ohya hari ini hari bumi 2010! happy earth day!
just watch this! (from: greenpeace).
just watch this! (from: greenpeace).
planet bumi ini menghadapi tantangan yang sangat besar dari sebelumnya. hutan alam kita dihancurkan dan laut kita dengan sembarangan dikuras dan mengalami pencemaran yang sangat cepat. penangkapan ikan paus, polusi beracun, batubara yang kotor, bahaya energi nuklir dan rekayasa genetika pada tanaman telah merusak kualitas serta keberlangsungan hidup di planet bumi ini. bencana perubahaan iklim akan menjadi kenyataan jika pemerintah dan industri menghabiskan waktu dan tenaga hanya untuk mendapatkan keuntungan semata tanpa melakukan perubahaan yang berarti untuk mengurangi emisi.
selama bertahun-tahun, kami membuat dampak positif di seluruh dunia dengan menjadi saksi untuk meyakinkan politisi dan industri agar mengubah kegiatan-kegiatan yang berbahaya. kami berusaha melindungi bumi dari bencana besar, mendorong undang-undang lingkungan dan seringkali memberikan inspirasi pada kalangan bisnis, mendorong pemerintah untuk menempatkan kepentingan planet ini sebelum memikirkan keuntungan.
Jika anda berpikir kekuatan greenpeace berada pada kapal, aksi langsung atau kampanye solusi kami, coba pikirkan ini: kekuatan kami yang sebenarnya adalah anda.
bumi sangat memerlukan orang-orang seperti anda yang peduli pada masalah lingkungan, mengajak lebih banyak lagi orang, menggunakan suara mereka untuk mempertahankan dan bertindak untuk melindungi bumi yang hijau dan damai. anda dapat membantu bumi ini dengan membangun gerakan untuk planet bumi.
bumi ini membutuhkan penyelamatan bukan hanya di hari bumi, tetapi setiap hari!
Jika anda berpikir kekuatan greenpeace berada pada kapal, aksi langsung atau kampanye solusi kami, coba pikirkan ini: kekuatan kami yang sebenarnya adalah anda.
bumi sangat memerlukan orang-orang seperti anda yang peduli pada masalah lingkungan, mengajak lebih banyak lagi orang, menggunakan suara mereka untuk mempertahankan dan bertindak untuk melindungi bumi yang hijau dan damai. anda dapat membantu bumi ini dengan membangun gerakan untuk planet bumi.
bumi ini membutuhkan penyelamatan bukan hanya di hari bumi, tetapi setiap hari!
Kejadian itu!
2nd anniversary
yak! dua tahun sudah kejadian itu. 22 april 2008 – 22 april 2010. kejadian yang tragis dan sangat sangat menyedihkan. untuk pertama kalinya aku kecelakaaan yang menyebabkan aku patah tulang. patah tulang pada lengan atas kanan. sakitnya tidak seberapa sih, malah aku mengira waktu itu cuma lebam biasa dan nggak perlu ke dokter. tapi mama maksa supaya di rontgen. dan ternyata lengan atas-ku retak. sekali lagi aku bilang sakitnya itu tidak seberapa tapi ada satu hal yang membuat semua jadi buruk. aku begitu sakit hati. aku tidak bisa ikut study tour ke jakarta-bandung karena kejadian itu. huhu. padahal waktu itu aku tinggal angkat koper aja, soalnya segala urusan dan administrasi sudah selesai.
itulah yang membuat keadaanku begitu buruk. ya, sedih banget. ditambah lagi, teman-temanku yang menyayangkan tidak jadinya aku ikut. malah ada temanku (yang rencana sekamar dengan aku), samp-ai mengatakan begini: “biar aku bantuin ko mandi wa. aku pakein baju.” hmmp. itu tidak merubah keadaan. dokter melarang aku pergi dan orangtua ku pun bilang tidak bisa!
sejak itu aku jadi bersahabat dengan ‘gendongan tangan’ (namanya apa sih?). aku lebih memilih itu, nggak sanggup aku membayangkan kalau operasi, walau katanya akan sembuh lebih cepat. tidak! aku lebih milih minum obat-obat saja.
ohya, pas teman-temanku tahu kabar aku patah tulang, mereka menjengukku. sedikit senang! tapi sedikit sedih juga. mereka cerita, bahwa kemarinnya mereka (yang ikut study tour) dikumpulkan di aula, trvel agent-nya memberika beberapa pengumuman dan membagi-bagikan tas. dan nama aku ada dipanggil! tapi sayang di aula itu Yosua Hernandez tidak hadir dan batal ikut. huhu.
hari ini, genap dua tahun kejadian itu. aku bisa tetap ingat, tapi nggak ada lagi kata sedih. hehe. buat apa? iya nggak? dari kejadian itu pun aku dapat beberapa hikmah. pelajaran yang pertama, dan pasti: manusia boleh berencana, tapi Sang maha Kuasa lah yang menantukan akan terjadi atau tidak. terus yang kedua: aku harus lebih hati-hati lagi berkendara. terus selanjutnya: karena patah tulang ini, aku jadi ingat nama latin bagian tulang ku yang patah. humerus! hehe. ya, humerus atau tulang lengan atas. dan pas ujian akhir praktek kemarin, ini keluar lho! ini menjadi salah satu soal ujian tersebut. dan aku bisa cepat jawab, cos udah melekat dikepala. hehe
yak! dua tahun sudah kejadian itu. 22 april 2008 – 22 april 2010. kejadian yang tragis dan sangat sangat menyedihkan. untuk pertama kalinya aku kecelakaaan yang menyebabkan aku patah tulang. patah tulang pada lengan atas kanan. sakitnya tidak seberapa sih, malah aku mengira waktu itu cuma lebam biasa dan nggak perlu ke dokter. tapi mama maksa supaya di rontgen. dan ternyata lengan atas-ku retak. sekali lagi aku bilang sakitnya itu tidak seberapa tapi ada satu hal yang membuat semua jadi buruk. aku begitu sakit hati. aku tidak bisa ikut study tour ke jakarta-bandung karena kejadian itu. huhu. padahal waktu itu aku tinggal angkat koper aja, soalnya segala urusan dan administrasi sudah selesai.
itulah yang membuat keadaanku begitu buruk. ya, sedih banget. ditambah lagi, teman-temanku yang menyayangkan tidak jadinya aku ikut. malah ada temanku (yang rencana sekamar dengan aku), samp-ai mengatakan begini: “biar aku bantuin ko mandi wa. aku pakein baju.” hmmp. itu tidak merubah keadaan. dokter melarang aku pergi dan orangtua ku pun bilang tidak bisa!
sejak itu aku jadi bersahabat dengan ‘gendongan tangan’ (namanya apa sih?). aku lebih memilih itu, nggak sanggup aku membayangkan kalau operasi, walau katanya akan sembuh lebih cepat. tidak! aku lebih milih minum obat-obat saja.
ohya, pas teman-temanku tahu kabar aku patah tulang, mereka menjengukku. sedikit senang! tapi sedikit sedih juga. mereka cerita, bahwa kemarinnya mereka (yang ikut study tour) dikumpulkan di aula, trvel agent-nya memberika beberapa pengumuman dan membagi-bagikan tas. dan nama aku ada dipanggil! tapi sayang di aula itu Yosua Hernandez tidak hadir dan batal ikut. huhu.
hari ini, genap dua tahun kejadian itu. aku bisa tetap ingat, tapi nggak ada lagi kata sedih. hehe. buat apa? iya nggak? dari kejadian itu pun aku dapat beberapa hikmah. pelajaran yang pertama, dan pasti: manusia boleh berencana, tapi Sang maha Kuasa lah yang menantukan akan terjadi atau tidak. terus yang kedua: aku harus lebih hati-hati lagi berkendara. terus selanjutnya: karena patah tulang ini, aku jadi ingat nama latin bagian tulang ku yang patah. humerus! hehe. ya, humerus atau tulang lengan atas. dan pas ujian akhir praktek kemarin, ini keluar lho! ini menjadi salah satu soal ujian tersebut. dan aku bisa cepat jawab, cos udah melekat dikepala. hehe
Berencana untuk Tidak Berencana
hi blogger. :). sekedar pemberitahuan saja, aku sekarang libur panjang, menunggu pengumuman ujian nasional dan setelah itu tamat deh dari sma. nah, selama liburan ini, aku mengerjakan hobi anehku: berpikir. hehe. yah, aku nggak tau mau ngapain lagi, aku nggak terlalu suka jalan-jalan, mungkin salah satu faktornya aku yang selalu bokek. terus mau nonton tv, nggak ada siaran yang menarik. kalau internetan, mama nanti ribut-ribut aku lama-lama di depan komputer, sampai pernah ngancam mutusin internet. oh tidak!
jadi aku lebih milih melamun dan berpikir. aku memang suka berpikir, menurutku berpikir itu asyik, tentang apa saja, hidup, mimpi, bahkan mikir jorok pun asyik. haha, just kidding. tapi kalau dipikir-pikir, mikir itu buat aku jadi orang yang plin plan, dan kadang karena suka mikir, masalah-masalah kecil pun jadi masalah yang berat bagiku.
ok, kenapa aku bilang aku jadi plin plan? gini, biasanya yang aku pikirin itu tentang plus dan minus sesuatu, jadi intinya aku berdebat dengan diriku sendiri. saat aku semakin banyak kasih argumen pro, semakin banyak juga aku mikirin argumen-argumen kontranya, dan sering kali aku tidak ngambil kesimpulan final. yah, itu membuat aku plin plan, nggak bisa ambil keputusan.
yang sekarang aku sering perdebatkan akhir-akhir ini tentang rencana. aku lebih baik berencana atau tidak ya? karena aku suka berpikir, aku juga senang berencana, tapi masalahnya, rencana itu sering kali tidak terwujud. bukan tidak berhasil, tapi memang tidak terlaksanakan. banyak contohnya yang telah terjadi pada diriku. saat masuk smp, tanpa rencana, masuk sma juga aku tanpa rencana, tidak pernah aku mikir aku harus masuk sini atau sana.
terus pernah lagi, aku berencana tapi yang terjadi sebaliknya. sering kali malah. aku bingung mau ceritain yang mana soalnya memang sering terjadi. seperti kemarin, saat akan mengikuti *****-**, aku padahal sudah bertekad ikut dari berbulan-bulan sebelumnya, tapi nyatanya nggak jadi. dan ada juga, aku ikut ***-***, aku sudah berniat tidak ikut karena banyak berkas-berkas yang harus diurus. tapi sehari sebelumnya, guruku malah mengatakan bahkan nama aku sudah dikirimkan/direkominasikan ke dinas pendidikan dan aku harus lengkapi berkas-berkasnya. teman-temanku yang berhari-hari melengkapi berkas, aku hanya sehari. the power of kepepet.
ok, mungkin post ini agak kacau (kayaknya setiap posting aku kacau deh :p), aku tetap masih belum tahu lebih cocok mana (dalam hidupku) berencana atau tidak. tapi yang sekarang aku yakinin 78 persen lebih bagus, lebih cocok, lebih indah, lebih keren tanpa rencana, yah spontanitas cocok untukku! 22 persen lagi aku yakinin berencana itu baik, karena apa yang kita lakukan akan terorganisir. hmmm… bagaimana menurut kamu?
mungkin karena banyak mikir juga, sampai sekarang aku masih belum tahu akan milih jurusan apa kuliah ntar. padahal teman-temanku malah udah ada yang keterima. aku sudah daftarin jurusan yang mana yang mungkin cocok dengan ku, dan aku selalu terpaku dengan plus-minusnya. yah, kadang aku berpikir memang tidak enak berpikir.
jadi aku lebih milih melamun dan berpikir. aku memang suka berpikir, menurutku berpikir itu asyik, tentang apa saja, hidup, mimpi, bahkan mikir jorok pun asyik. haha, just kidding. tapi kalau dipikir-pikir, mikir itu buat aku jadi orang yang plin plan, dan kadang karena suka mikir, masalah-masalah kecil pun jadi masalah yang berat bagiku.
ok, kenapa aku bilang aku jadi plin plan? gini, biasanya yang aku pikirin itu tentang plus dan minus sesuatu, jadi intinya aku berdebat dengan diriku sendiri. saat aku semakin banyak kasih argumen pro, semakin banyak juga aku mikirin argumen-argumen kontranya, dan sering kali aku tidak ngambil kesimpulan final. yah, itu membuat aku plin plan, nggak bisa ambil keputusan.
yang sekarang aku sering perdebatkan akhir-akhir ini tentang rencana. aku lebih baik berencana atau tidak ya? karena aku suka berpikir, aku juga senang berencana, tapi masalahnya, rencana itu sering kali tidak terwujud. bukan tidak berhasil, tapi memang tidak terlaksanakan. banyak contohnya yang telah terjadi pada diriku. saat masuk smp, tanpa rencana, masuk sma juga aku tanpa rencana, tidak pernah aku mikir aku harus masuk sini atau sana.
terus pernah lagi, aku berencana tapi yang terjadi sebaliknya. sering kali malah. aku bingung mau ceritain yang mana soalnya memang sering terjadi. seperti kemarin, saat akan mengikuti *****-**, aku padahal sudah bertekad ikut dari berbulan-bulan sebelumnya, tapi nyatanya nggak jadi. dan ada juga, aku ikut ***-***, aku sudah berniat tidak ikut karena banyak berkas-berkas yang harus diurus. tapi sehari sebelumnya, guruku malah mengatakan bahkan nama aku sudah dikirimkan/direkominasikan ke dinas pendidikan dan aku harus lengkapi berkas-berkasnya. teman-temanku yang berhari-hari melengkapi berkas, aku hanya sehari. the power of kepepet.
ok, mungkin post ini agak kacau (kayaknya setiap posting aku kacau deh :p), aku tetap masih belum tahu lebih cocok mana (dalam hidupku) berencana atau tidak. tapi yang sekarang aku yakinin 78 persen lebih bagus, lebih cocok, lebih indah, lebih keren tanpa rencana, yah spontanitas cocok untukku! 22 persen lagi aku yakinin berencana itu baik, karena apa yang kita lakukan akan terorganisir. hmmm… bagaimana menurut kamu?
mungkin karena banyak mikir juga, sampai sekarang aku masih belum tahu akan milih jurusan apa kuliah ntar. padahal teman-temanku malah udah ada yang keterima. aku sudah daftarin jurusan yang mana yang mungkin cocok dengan ku, dan aku selalu terpaku dengan plus-minusnya. yah, kadang aku berpikir memang tidak enak berpikir.

