“…
Binding my time, trying to find a heart that’s lonely
Looking for her, my love, my one, and only
Maybe I’ll dream tonight about the girl who’ll be coming my way
So I take this chance and celebrate the day…
When I’m making my way through an open door
I’ve got some love and so much more
And I’m ready to make someone mine
Making my way through an open door
I’ve got some love and so much more
And I’ll find her, cause it’s about time
…”
It’s about time – Jamie Cullum
Ini lagu tema saya saat ini. Sangat amat pas sekali! Yap, saya masih berstatus perjaka! Haha. Sama sekali belum pernah begituan! Hmp, maksud saya, belum pernah pacaran. :D. Kasihan bener, delapan belas tahun hidup tapi belum pernah punya cewek. Di zaman sekarang cuy, anak SD saja mungkin sudah ada yang berpacaran. Haha. Suram. Yah, tapi hanya terkadang sih saya berpikir demikian. Selebihnya saya nyaman dengan ini. Single.
Oiya blogger, saya sempat berpikir, bukan mikirin aja sih, sempat mendeklarasikan kepada diri sendiri, bunyinya begini: “Menjadikan istri pacar, bukan menjadikan pacar istri.”. Hehe. Tapi, sepertinya saya harus menarik kata-ata itu, karena siapa tahu lain jalan ceritanya. Who know? Yah, sekarang cuma menunggu waktunya saja.
Sekian curcolnya. Haha. Hmm, semua yang baca posting ini, does anyone wanna be my lover? (Haha, nembaknya nggak modal banget lewat blog). Ya udah, cukup cukup. (Hehe, jadi nggak jelas sendiri). NB: bagi yang mau dengar lagu ini, silahkan ke tumblr saya, saya ada post disana. ;)
Buah Campur
coretan dari
uahernandez
on Wednesday, September 15, 2010
Label:
did you know?
/
Comments: (6)
![]() |
| Rasanya ramai, campuran rambutan, lengkeng, dan durian |
Naked in Dream
Hi blogger. Langsung saja ya, saya mau memperdebatkan ini: do what you love! atau love what you do! . Ok, apa yang kamu pilih? Kalau jawaban saya, seperti biasa: abu-abu! Yeah, di antaranya, tengah-tengah, gantung. Hehe (*nyengir). Kemarin saya menanyakan ini pada teman-teman saya, kebanyakan memilih pilihan kedua, love what you do! . Pendapat temanku yang memilih ini, Vira, mengatakan: kalau melakukan apa yang kita suka, itu terkesan egois, jadi lebih baik menyukai apa yang kita lakukan! Nah, ada juga yang memilih do what you love! , dengan alasan, pasti kita akan mendapatkan kepuasan yang lebih daripada menyukai apa yang kita lakukan yang terkesan kita itu memaksakan untuk suka. Nah, dari jawaban itu, saya menyimpulkan, sebenarnya keduanya baik. Masalahnya hanya, bagaimana kita menentukan sikap. Yah, mau menyukai yang dilakukan, atau melakukan apa yang disuka. Ok, bagaimana pendapat kamu?
Naked in Dream
Ok, tinggalkan masalah tadi, saya mau share tentang ini. Yap, tentang saya bermimpi nekad, hm, maksud saya naked. Sebelumnya, saya harapkan saat membaca cerita saya ini, tidak perlu ada visualisasi di otak kamu. Haha. Anggap telanjang itu bukan sesuatu yang porno, tapi keindahan. Haha. Start. Sebulan belakangan, saya dua kali mimpi naked. Yang pertama itu set-nya di kamar mandi, yang didalamnya ada dua cowok (termasuk saya) dan dua cewek. Tapi, di mimpi ini tidak ada yang ‘begituan’. Suer! Malah disitu saya berusaha untuk tidak melihat si ceweknya. Tapi tetap aja kelihatan. Hehe. :p Mimpi yang kedua, lebih parah, kalau tadi di tempat yang privat, yang ini saya telanjang di tempat banyak orang. Ya, di suatu kelompok gitu, tapi tidak semua juga yang naked, malah yang cewek tidak satu pun yang naked, hanya beberapa cowok yang naked (termasuk saya). Saya bilang tidak perlu dibayangkan! Haha. Ok, kenapa saya menceritakan ini? Mari saya jelaskan.
Mimpi bagi sebagian orang hanya dianggap sebagai teman tidur, dan sebagian lagi menganggap mimpi itu adalah sebuah pesan alam bawah sadar manusia. Awalnya saya kelompok yang pertama, tapi pas saya bermimpi naked, saya coba cari-cari juga, apa ada arti dari mimpi ini? Dengan bermodal pertolongan Mbah Google saya dapatkan jawabannya. Kalau menurut mitos, bermimpi telanjang itu ditafsirkan sebagai pertanda ada sesuatu rahasia atau sesuatu yang tidak ingin diketahui oleh orang lain, akan terbongkar. Tapi, ini saya tidak bisa menerimanya, karena menurutku, tidak ada hubungannya dengan sesuatu yang akan terjadi itu dengan mimpi. Kalau pun terjadi ya itu emang harus terjadi, tidak ada sangkut pautnya dengan mimpi. Nah, itu mitos, lain dari ilmu psikologi. Kalau menurut ilmu psikologi, bermimpi telanjang itu ada beberapa arti. Di antaranya: mimpi itu menginterpensikan suatu perasaan ingin kebebasan; mengekspresikan sebuah ketakutan akan penolakan; dan ada juga, ini menandakan keinginan seseorang untuk menunjukan siapa sesungguhnya dirinya (Penjelasan lengkapnya, kamu bisa cari dengan google :p). Saya tidak komentar apa-apa, cuma mau bilang, ini sepertinya benar.
Ya sudahlah, sampai disini saja dulu ceritanya. :) Oiya, saya akhir-akhir ini asyik-asyiknya chat di omegle.com. Hehe. Talk to random strangers. Seru, aneh, ya paslah untuk sekedar iseng-iseng. Haha.
Naked in Dream
Ok, tinggalkan masalah tadi, saya mau share tentang ini. Yap, tentang saya bermimpi nekad, hm, maksud saya naked. Sebelumnya, saya harapkan saat membaca cerita saya ini, tidak perlu ada visualisasi di otak kamu. Haha. Anggap telanjang itu bukan sesuatu yang porno, tapi keindahan. Haha. Start. Sebulan belakangan, saya dua kali mimpi naked. Yang pertama itu set-nya di kamar mandi, yang didalamnya ada dua cowok (termasuk saya) dan dua cewek. Tapi, di mimpi ini tidak ada yang ‘begituan’. Suer! Malah disitu saya berusaha untuk tidak melihat si ceweknya. Tapi tetap aja kelihatan. Hehe. :p Mimpi yang kedua, lebih parah, kalau tadi di tempat yang privat, yang ini saya telanjang di tempat banyak orang. Ya, di suatu kelompok gitu, tapi tidak semua juga yang naked, malah yang cewek tidak satu pun yang naked, hanya beberapa cowok yang naked (termasuk saya). Saya bilang tidak perlu dibayangkan! Haha. Ok, kenapa saya menceritakan ini? Mari saya jelaskan.
Mimpi bagi sebagian orang hanya dianggap sebagai teman tidur, dan sebagian lagi menganggap mimpi itu adalah sebuah pesan alam bawah sadar manusia. Awalnya saya kelompok yang pertama, tapi pas saya bermimpi naked, saya coba cari-cari juga, apa ada arti dari mimpi ini? Dengan bermodal pertolongan Mbah Google saya dapatkan jawabannya. Kalau menurut mitos, bermimpi telanjang itu ditafsirkan sebagai pertanda ada sesuatu rahasia atau sesuatu yang tidak ingin diketahui oleh orang lain, akan terbongkar. Tapi, ini saya tidak bisa menerimanya, karena menurutku, tidak ada hubungannya dengan sesuatu yang akan terjadi itu dengan mimpi. Kalau pun terjadi ya itu emang harus terjadi, tidak ada sangkut pautnya dengan mimpi. Nah, itu mitos, lain dari ilmu psikologi. Kalau menurut ilmu psikologi, bermimpi telanjang itu ada beberapa arti. Di antaranya: mimpi itu menginterpensikan suatu perasaan ingin kebebasan; mengekspresikan sebuah ketakutan akan penolakan; dan ada juga, ini menandakan keinginan seseorang untuk menunjukan siapa sesungguhnya dirinya (Penjelasan lengkapnya, kamu bisa cari dengan google :p). Saya tidak komentar apa-apa, cuma mau bilang, ini sepertinya benar.
Ya sudahlah, sampai disini saja dulu ceritanya. :) Oiya, saya akhir-akhir ini asyik-asyiknya chat di omegle.com. Hehe. Talk to random strangers. Seru, aneh, ya paslah untuk sekedar iseng-iseng. Haha.
Notifikasi
coretan dari
uahernandez
on Sunday, September 12, 2010
/
Comments: (0)
![]() |
| Mohon maaf lahir bathin |
What is Life?
Mungkin setiap detik berubah jawabannya. Mungkin setiap kepala punya pandangannya masing-masing. Mungkin. Tapi tentu pasti ada satu inti yang pasti. Apa itu? Saya belum tahu. Defenisi paling sederhana (mungkin), hidup adalah hidup. :)
Tadi sore saya jalan-jalan keliling kompleks, sendirian. Saya sedang kesal saat itu, makanya cari-cari angin segar. Awalnya tanpa tujuan, tapi kemudian, saya dapat ide: ke tempat-tempat yang sering saya habiskan sewaktu kecil.
Yang pertama sekali, ke SD saya dulu. Wah, kalau menceritakan kenangan di tempat yang satu ini, mungkin satu tahun atau dua tahun, tidak akan kelar. Banyak sekali. Mengenal bermacam-macam karakter, belajar tentang pertemanan, dan juga tidak lupa, belajra naksir-naksiran. Hehe. Pokoknya banyak deh. Kadang saya sangat ingin kembali lagi ke masa-masa itu, tanpa beban, bebas, kesal sama teman paling sehari, hidup itu bermain, haaaaa... Ohya, aku juga kangen hutan dengan sekolah!
Titik selanjutnya (hehe, kayak apa aja), rumah sahabatku yang sudah lama tidak ada kabarnya. Saya hanya lewat, karena memang rumah itu kosong. Sahabatku itu pindah ke Jawa pas kelas 4 SD. Sampai sekarang, hanya sekali kami kontak-kontakan. Saya kengen sekali. Seperti apa dia sekarang ya?
Next, ke lapangan, tempat saya dengan teman-teman saya bermain bola kaki. Tapi, pas kesana tadi saya tidak sampai ke lapangannya, karena ilalangnya tinggi. Disana dulu, tempat lari-larian lepas, disitu juga belajar yang namanya kerja sama, dan juga kompetisi. Disitu juga pernah yang namnya kesal dengan kelompok anak lain, ya banyaklah jugalah cerita disana. Apakah yang lain juga mengingat masa-masa itu seperti saya mengingatnya sekarang? Huh hah hoh!
Dari perjalanan tadi, yang dapat saya simpulkan tentang hidup adalah tumbuh. :)
Ohya, sore hari ini langit indah sekali! Ditambah lagi, si bulan sudah tampak di langit bagian timur, dibawahnya gumpalan-gumpalan awan juga terlihat manis (Hwehehe, bahasanya). Megah kesannya! Haaaa… andai ditangan saya ada kamera saat itu, mungkin sudah saya upload di posting ini. Huhu, saya sangat ingin kamera! Ada yang mau belikan? :D. Sebelum posting, biasanya saya tulis dulu di note. Nah, yang ini saya tulis di teras, lagi enak-enaknya nikmati sore, sambil nunggu berbuka, dan juga sambil merenung ini itu, ada sesuatu jatuh ke lengan kiriku, dan benda itu adalah…. Kotoran cicak! Taik cicak! Pup cicak! Bendanya hitam, sebesar beras, terus ada bercak putihnya! Tapi untung tidak bau! Yah, lagi coba-coba serius, tapi di-eek-in ama cicak! Zzz.
Selesai Jalan Perahu Kertas
![]() |
| 3 words: I love it!!! |
Saya baru menyelesaikan ‘Perahu Kertas’-nya Mbak Dewi Lestari. Dan itulah tanggapan saya tentang novel ini. Suer, awalnya saya tidak terlalu tertarik. Kesan yang saya dapat di awal: cerita cinta – ini kadang membuat saya mual. Tapi untuk yang satu ini, tidak! Bukan hanya kisah cinta, tapi padat sekali isinya, tentang persahabatan, impian, pengorbanan… What a beautiful story! :)
Saya hanya bisa merangkai kata-kata sederhana ini untuk mengagumi cerita yang begitu indah menurut saya. Saya tidak tahu mengkategorikan bagaiaman, yang jelas ceritanya indah dan penulisnya jenius! :
Terimakasih Ica yang telah meminjamkan novel ini.



